Kejahatan jalanan kini semakin beragam, Salah satu taktik yang sangat meresahkan adalah modus sayat ban yang kerap terjadi di persimpangan lampu merah. Berbeda dengan ranjau paku yang bersifat acak, modus ini cenderung lebih terarah karena pelaku seringkali sudah mengincar korban yang terlihat membawa barang berharga di dalam kabin mobil. Kejahatan ini biasanya dilakukan secara berkelompok dengan pembagian peran yang sangat rapi, mulai dari eksekutor yang menyayat ban hingga rekan yang bertugas memberikan peringatan palsu kepada korban.

Proses eksekusi dimulai saat kendaraan berhenti menunggu lampu hijau. Dengan gerakan yang sangat cepat dan hampir tidak terasa, pelaku akan menyayat dinding samping ban menggunakan benda tajam seperti silet atau pisau kecil yang dimodifikasi. Keunikan dari modus ini adalah ban tidak akan langsung habis anginnya di tempat kejadian, melainkan baru akan terasa kempis setelah mobil melaju beberapa ratus meter. Pada saat itulah, anggota kelompok pelaku yang lain akan mendekati kendaraan korban sambil menunjuk-nunjuk ke arah ban dengan ekspresi panik agar pengemudi merasa khawatir dan segera menepi di lokasi yang sudah mereka pantau.

Bahaya utama dari modus ini bukan hanya hilangnya harta benda, tetapi juga ancaman terhadap keselamatan berkendara. Dinding samping ban merupakan bagian yang paling vital dalam menahan beban kendaraan, sehingga sayatan di area tersebut dapat menyebabkan ban pecah secara tiba-tiba jika dipaksa melaju. Selain itu, banyak korban yang terjebak dalam situasi ini karena langsung turun dari mobil tanpa mengunci pintu atau mematikan mesin akibat rasa panik yang berlebihan. Celah waktu yang sangat singkat saat pengemudi memeriksa ban itulah yang digunakan pelaku untuk menggasak tas, laptop, atau ponsel yang tertinggal di kursi penumpang.

Sebagai langkah antisipasi, sangat penting bagi setiap pengemudi untuk tidak meletakkan barang berharga di tempat yang mencolok dari luar jendela. Apabila ada orang asing yang memberikan peringatan mengenai kondisi ban di jalan, sebaiknya jangan langsung berhenti di tempat yang sepi atau gelap. Usahakan untuk tetap tenang dan terus melajukan kendaraan secara perlahan menuju tempat yang lebih aman seperti stasiun pengisian bahan bakar atau area parkir yang ramai. Dengan menjaga kewaspadaan dan tidak mudah terprovokasi oleh gangguan di jalan, potensi menjadi korban kejahatan ini dapat diminimalisir secara efektif.

Sumber: Polri.go.id

<< Kembali