Kebutuhan dana dalam jumlah besar, seperti untuk kendaraan, pendidikan, atau kebutuhan keluarga, sering kali membutuhkan perencanaan yang matang. Pembiayaan bisa menjadi salah satu pilihan, tetapi keputusan mengambil pembiayaan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada besarnya dana yang tersedia. Hal terpenting adalah memastikan kewajiban pembayaran tetap sesuai dengan kemampuan keuangan.
Berikut beberapa langkah yang bisa kamu dilakukan sebelum mengajukan pembiayaan:
Hitung pendapatan rutin, pengeluaran pokok, tagihan, serta cicilan yang sedang berjalan. Perhitungan ini membantu melihat berapa dana yang realistis untuk membayar cicilan baru.
Bedakan kebutuhan penting dari keinginan yang masih dapat ditunda. Pastikan pembiayaan digunakan untuk kebutuhan yang jelas dan sesuai dengan tujuan keuangan.
Jangan hanya berfokus pada jumlah dana yang bisa diperoleh. Pertimbangkan apakah cicilan dapat dibayar secara rutin tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari dan kewajiban lainnya.
Pelajari jumlah cicilan, tenor, uang muka jika ada, bunga atau margin, biaya administrasi, denda keterlambatan, serta ketentuan dalam perjanjian. OJK mengingatkan konsumen agar memahami hak, kewajiban, dan seluruh biaya yang terkait dengan produk pembiayaan.
Hindari menggunakan seluruh sisa pendapatan untuk cicilan. Sisihkan dana untuk kebutuhan harian dan dana darurat agar kondisi keuangan tetap memiliki ruang ketika muncul pengeluaran mendadak.
Cari informasi dari penyedia pembiayaan resmi, bandingkan biaya dan ketentuannya, lalu ajukan pertanyaan jika ada hal yang belum jelas. Pilih opsi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, bukan hanya yang menawarkan proses paling cepat.
OJK menekankan bahwa pemanfaatan layanan keuangan perlu disertai pemahaman risiko dan kemampuan memenuhi kewajiban. Prinsip yang sama penting diterapkan saat mempertimbangkan pembiayaan. Hitung kemampuan bayar dengan realistis, pahami perjanjian, dan jangan mengambil komitmen yang berpotensi mengganggu kestabilan keuangan.
Sumber: Ojk.go.id
<< Kembali